Showing posts with label laboratorium bahasa. Show all posts
Showing posts with label laboratorium bahasa. Show all posts

Friday, November 6, 2009

Tips Mendirikan Laboratorium Bahasa

Pertama, sebelum memutuskan untuk membikin laboratorium bahasa konsultasikan dulu dengan sekolah atau lembaga yang telah mengaplikasikan sistem tersebut. Gali informasi sebanyak-banyaknya. Baik merk, model, operasional, biaya perawatan, dan yang terpenting masa garansi. Sumber informasi ini bisa dari lembaga kebahasaan di universitas maupun disekolah unggulan yang sudah membangun lab dengan Software Lab. bahasa. Kedua, cari sebanyak-banyaknya referensi tentang perusahaan penyedia peralatan laboratorium bahasa atau dengan Software Lab. Bisa melalui internet maupun brosur-brosur yang tersedia. Ada trik khusus untuk kegiatan ini.

1. Alamat perusahaan harus jelas, kalau perlu datangi perusahaan Alat Lab dan amati. Kondisi fisik perusahaan bisa menjadi salah satu indikator bonafiditas perusahaan tersebut.
2. Prioritaskan yang mempunyai website atau Alat Lab. Karena pekerjaan ini bernilai lumayan besar, jadi website adalah hal yang penting buat perusahaan yang kredibel.
3. Lihat portfolio perusahaan. Cari lembaga atau institusi yang pernah menggunakan jasa perusahaan tersebut dan gali informasi sebanyak-banyaknya.
4. Brosur adakalanya bisa mencerminkan kualitas perusahaan. Pembuatan brosur yang asal-asalan dan informasinya tidak lengkap adalah mencerminkan ketidakseriusan perusahaan. Ingat nilai pengadaan Lab Bahasa lumayan besar.

Kemudian tips yang ketiga, lebih baik mengeluarkan sedikit biaya Lab Bahasa tambahan untuk menunjuk konsultan yang independen. Maksud saya adalah yang sudah berpengalaman menggunakan ataupun terlibat dalam pengadaan Alat Lab Bahasa atau Software Lab Bahasa namun tidak terkait dengan bisnis ini. Saran saya adalah dari universitas yang kredibel. UPT P2B UNS termasuk didalamnya saya kira. Sedikit promosi bolehkan? Kenapa demikian? Sebab kalau orang itu berpengalaman dalam hal Lab bahasa namun terlibat dalam bisnis pengadaan, bisa jadi analisanya akan subyektif. Dengan kata lain akan sangat bergantung pada keuntungan yang diperoleh dari penyedia Alat Lab Bahasa atau Software Lab Bahasa. Hal ini disebabkan banyak orang-orang yang hanya menjadi reseller (makelar) Lab bahasa.Dari browsing di internet ada beberapa referensi yang bisa menjadi rujukan rekan-rekan

Monday, November 2, 2009

Manfaat Lab Bahasa Model Baru

Model lab bahasa baru, berdasarkan pelaksanaannya, mempunyai potensi yang secara keseluruhan dapat meningkatkan kwalitas program belajar bahasa melalui;

* Meningkatkan rasio guru/siswa secara makro dan pelatihan ketrampilan khusus juga untuk penilaian ketrampilan siswa secara perseorangan. Dengan alat lab didukung software lab terbaru akan semakin mendukung program belajar.

* Meningkatkan fleksibilititas cara mengajar karena didukung alat lab berkualitas.

* Persiapan untuk role-playing (memainkan peran) dan berinteraktif secara langsung untuk menambah sesi praktek berbicara / mendengar dan membantu meningkatkan rasa percaya diri siswa.

* Menghilangkan sekat antara para siswa selama waktu praktek untuk menstimulasi siswa berinteraksi sehingga mendorong perkembangan rasa percaya diri.

* Meningkatkan akses guru ke siswa untuk memonitor maupun membantu selama latihan cloze dan menulis/ mendengar. Ini juga karena software lab bahasa yang berkualitas.

* Meningkatkan pengenalan akan alat bantu mengajar (papan tulis, OHP, dll) yang didukung software lab berkualitas.

* Lab bahasa meningkatkan siswa memakai Self Access dan fasilitas perpustakaan.

Saturday, October 24, 2009

Laboratorium Bahasa Sebagai Pelengkap Sarana Sekolah

Sekolah atau instansi yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap tentu menjadi nilai jual dan nilai lebih di banding sekolah lainnya yang tidak ada pelengkap proses belajar mengajar. Salah satu hal penting dalam kegiatan belajar mengajar adalah adanya laboratorium penunjang. Misalnya Lab IPA ataupun Lab Bahasa.


Mengingat persaingan kerja sekarang saja sudah sedemikian ketatnya, maka mau tidak mau sekolah harus mempesiapkan lulusannya agar bisa bersaing dalam lapangan pekerjaan. Kompetisi global membutuhkan ketrampilan berbagai aspek, salah satu aspek penting adalah penguasaan bahasa inggris ataupun bahasa asing lainnya. Dengan menguasai bahasa inggris, minimal lulusan sekolah sudah memiliki bekal ketika wawancara pekerjaan. Dengan adanya Laboratorium Bahasa yang lengkap. Dengan adanya sistem komputer digital, semakin memudahkan proses belajar bahasa asing.

Tuesday, October 20, 2009

Desain Pengembangan Lab Bahasa Digital

Suatu babak baru dalam zaman modern ini telah datang, dimana kita sangat bergantung pada informasi. Negara-negara maju secara ekonomi, menempatkan informasi dan teknologinya sebagai salah satu point terpenting didalam mempercepat proses transformasi dibidang perekonomian dan kehidupandinegaranya. Dengan penguasaan teknologi informasi yang baik, mereka mampu mensinergikan teknologi informasi tersebut dengan sektor atau bidang lainnya seperti pertanian, kelautan, kesehatan, pemerintahan, perekonomian, pendidikan, dan lain-lain, guna memberikan nilai tambah atau meningkatkan kesejahteraan penduduk di negaranya. Bagaimana dengan negara kita?

Saat ini penggunaan teknologi informasi mulai marak dinegara kita, terutama disektor industri. Namun, dari segi pemanfaatannya, masih belum maksimal. Tidak maksimalnya pemanfaatan teknologi informasi ini, salah satunya disebabkan karena kurang siapnya sumber daya manusia dalam menggunakan, memanfaatkan dan mengantisipasi perkembangan teknologi informasi tersebut. Selain itu, perkembangan teknologi informasi yang pesat serta sifatnya yang global, akan semakin sulit dipelajari bila tidak didukung oleh kemampuan penguasaan bahasa asing. Bahasa sebagai salah satu bentuk alat penyampaian informasi merupakan elemen kunci bagi penguasaan teknologi informasi.

Peran serta sektor pendidikan dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia dibidang teknologi informasi dan bahasa dapat menjadi solusi bagi hal tersebut diatas. Oleh karena itu diperlukan suatu tindakan pengenalan dan pembelajaran sejak dini terhadap teknologi informasi dan bahasa asing disekolah-sekolah. Guna tercapai tujuan diatas, banyak sekali hal yang perlu disiapkan diantaranya, sarana prasarana dan juga metoda pengajaran. Seperti, penyediaan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa disekolah-sekolah. Besarnya biaya yang diperlukan untuk menyiapkan sarana prasarana seperti, ruang, peralatan lab, dan materi pengajaran menimbulkan ketimpangan atau tidak semua sekolah mampu menyediakan fasilitas tersebut diatas. Masalah yang muncul tersebut tentunya bukan lantas menyurutkan langkah kita untuk turut serta meningkatkan kualitas sistem pendidikan dinegara kita, melainkan menjadi salah satu pemacu agar kita dapat mencari solusi dari masalah tersebut, karena peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama.

Selama kurang lebih dua tahun kami sebagai pengembang perangkat lunak (software developer) telah bekerja keras guna mencari pemecahan masalah tersebut, dan kami berhasil mengembangkan suatu sistem beserta perangkat lunaknya (software) sebagai suatu solusi efektif bagi masalah diatas. Yaitu dengan memanfaatkan Computerized Laboratories System yang telah dilengkapi oleh perangkat lunak De'Lab Language Laboratory Application Ver 1.6. De'Lab Language Laboratory Application Ver 1.6 adalah software yang dibuat untuk mengoptimalkan kemampuan laboratorium komputer agar dapat pula berfungsi sebagai laboratorium bahasa. Tujuan dari dikembangkannya aplikasi ini adalah untuk menghemat biaya pembuatan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa. Dengan adanya aplikasi ini suatu sekolah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan tidak perlu lagi untuk membangun sebuah laboratorium komputer dan sebuah laboratorium bahasa. Cukup dengan membangun laboratorium komputer (computerized laboratories system) yang telah dilengkapi oleh software De'Lab Language Laboratory Application Ver 1.6, maka sekolah, perguruan tinggi atau lembaga pendidikan telah memiliki laboratorium komputer sekaligus juga laboratorium bahasa.

Tujuan

Implementasi lab bahasa digital dilakukan dengan sejumlah tujuan sebagai berikut :

1. Mempersenjatai setiap siswa untuk keberhasilan, yaitu dengan cara membuat siswa menjadi akrab dengan komputer dan perkembangan teknologinya (pengenalan sejak dini terhadap teknologi informasi).

2. Proses pembelajaran berbagai bahasa asing dengan lebih baik. Yaitu dengan memanfaatkan kemampuan komputer dalam mengolah gambar dan suara.

3. Efisiensi dalam penyediaan peralatan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa.

4. Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi sebagai salah satu alat untuk menyempurnakan model/metode pengajaran dan pembelajaran.

5. Diharapkan dengan desain pengembangan ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Ruang Lingkup Pekerjaan

Pada pengerjaan Implementasi Lab Bahasa Digital ini ini terdapat beberapa bagian pekerjaan, yaitu :

. Instalasi aplikasi De'Lab Language Laboratory Application Ver 1.6

. Pelatihan Pengguna

. Pemasangan jaringan komputer.

GAMBARAN SISTEM

Deskripsi Produk yang Dipakai

De'Lab Ver 1.6 adalah software yang berfungsi untuk mengoptimalkan kemampuan laboratorium komputer agar dapat pula berfungsi sebagai laboratorium bahasa. Tujuan dari dikembangkannya aplikasi ini yaitu untuk menghemat biaya pembangunan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa. Dengan adanya aplikasi ini sekolah, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dapat memiliki laboratorium komputer sekaligus juga laboratorium bahasa. Fitur-fitur yang terdapat pada software De'Lab Ver 1.6 ini sesuai dengan fitur-fitur peralatan lab bahasa pada umumnya, bahkan ada beberapa fitur yang tidak terdapat pada peralatan lab bahasa standar. Fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi ini diantaranya:

1. Materi pengajaran dapat berbentuk digital baik audio dan video (lab bahasa konvensional materi berbentuk audio analog/kaset, untuk video diperlukan peralatan tambahan). Pada lab bahasa konvensional sering terjadi gangguan mekanik pada pemutar kaset materi. Hal ini menyebabkan biaya kepemilikkan dari materi pengajaran menjadi besar. Pemakaian yang berulang-ulang dapat mengakibatkan sering terjadinya kerusakan pada pita kaset. Dalam format digital hal ini tidak akan terjadi.

2. Terdapat fungsi untuk Manajemen atau pengaturan materi pengajaran, guru tidak perlu bingung memilih kaset materi saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.

3. Terdapat fitur komunikasi langsung antara pengajar dengan seorang siswa atau seluruh siswa.

4. Kemudahan dalam updating materi pengajaran dan dalam pembuatan materi pengajaran sendiri.

5. Terdapat fitur dimana siswa dapat memilih sendiri materi yang akan dipelajari.

6. Penggunaan software yang mudah, diharapkan akan membantu meningkatkan proses belajar dan mengajar yang efektif.

7. Terdapat database siswa dan pengajar, yang nantinya dapat dikembangkan menjadi system informasi akademik untuk setiap siswa.

8. Terdapat modul examination/test dalam bentuk multiple choice atau benar salah, dimana hal tersebut tidak terdapat dalam lab bahasa konvensional.

9. Terdapat record nilai ujian siswa, sehingga guru dapat memantau perkembangan kemampuan siswa.

10. Serta masih banyak lagi fitur-fitur lainnya.

Skema Jaringan

Skema peralatan dan jaringan yang diperlukan untuk mengoperasikan De'Lab Ver 1.6 yaitu menggunakan topologi jaringan berbentuk star yang saat ini sangat umum digunakan. Perangkat Keras

Perangkat lunak De'Lab Ver 1.6 berjalan dalam sebuah jaringan komputer dengan spesifikasi perangkat keras sebagai berikut :

1. SERVER/komputer pengajar (1 unit), minimum spek :
- Processor Pentium III 800 Mhz
- RAM 128 MB
- 40 GB HDD
- Full duplex sound card
- Ethernet Card 10/100 Mbps
- Headset
- Perangkat lunak pendukung MS SQLServer 2000

2. Workstation/komputer siswa (maksimum 34 unit), minimum spek:
- Processor Pentium II 500 Mhz
- RAM 64 MB
- 40 GB HDD
- Full duplex sound card
- Ethernet Card 10/100 Mbps
- Headset

sumber : http://nistya-tya.blogspot.com/2009/05/desain-pengembangan-lab-bahasa-digital.html

Friday, October 16, 2009

Pengembangan Lab Bahasa Digital

Judul: Pengembangan Lab Bahasa Digital
Bahan ini cocok untuk Sekolah Menengah bagian PENDIDIKAN / EDUCATION.
Nama & E-mail (Penulis): Kurniawan Basuki, S.Pd.,MT.
Saya Guru di SMK N1 Magelang
Topik: Pengembangan Lab Bahasa Digital
Tanggal: 14 April 2008

Desain Pengembangan Lab Bahasa Digital

PENDAHULUAN

Pengantar

Suatu babak baru dalam zaman modern ini telah datang, dimana kita sangat bergantung pada informasi. Negara-negara maju secara ekonomi, menempatkan informasi dan teknologinya sebagai salah satu point terpenting didalam mempercepat proses transformasi dibidang perekonomian dan kehidupandinegaranya. Dengan penguasaan teknologi informasi yang baik, mereka mampu mensinergikan teknologi informasi tersebut dengan sektor atau bidang lainnya seperti pertanian, kelautan, kesehatan, pemerintahan, perekonomian, pendidikan, dan lain-lain, guna memberikan nilai tambah atau meningkatkan kesejahteraan penduduk di negaranya. Bagaimana dengan negara kita?

Saat ini penggunaan teknologi informasi mulai marak dinegara kita, terutama disektor industri. Namun, dari segi pemanfaatannya, masih belum maksimal. Tidak maksimalnya pemanfaatan teknologi informasi ini, salah satunya disebabkan karena kurang siapnya sumber daya manusia dalam menggunakan, memanfaatkan dan mengantisipasi perkembangan teknologi informasi tersebut. Selain itu, perkembangan teknologi informasi yang pesat serta sifatnya yang global, akan semakin sulit dipelajari bila tidak didukung oleh kemampuan penguasaan bahasa asing. Bahasa sebagai salah satu bentuk alat penyampaian informasi merupakan elemen kunci bagi penguasaan teknologi informasi.

Peran serta sektor pendidikan dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia dibidang teknologi informasi dan bahasa dapat menjadi solusi bagi hal tersebut diatas. Oleh karena itu diperlukan suatu tindakan pengenalan dan pembelajaran sejak dini terhadap teknologi informasi dan bahasa asing disekolah-sekolah. Guna tercapai tujuan diatas, banyak sekali hal yang perlu disiapkan diantaranya, sarana prasarana dan juga metoda pengajaran. Seperti, penyediaan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa disekolah-sekolah. Besarnya biaya yang diperlukan untuk menyiapkan sarana prasarana seperti, ruang, peralatan lab, dan materi pengajaran menimbulkan ketimpangan atau tidak semua sekolah mampu menyediakan fasilitas tersebut diatas. Masalah yang muncul tersebut tentunya bukan lantas menyurutkan langkah kita untuk turut serta meningkatkan kualitas sistem pendidikan dinegara kita, melainkan menjadi salah satu pemacu agar kita dapat mencari solusi dari masalah tersebut, karena peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama.

Selama kurang lebih dua tahun kami sebagai pengembang perangkat lunak (software developer) telah bekerja keras guna mencari pemecahan masalah tersebut, dan kami berhasil mengembangkan suatu sistem beserta perangkat lunaknya (software) sebagai suatu solusi efektif bagi masalah diatas. Yaitu dengan memanfaatkan Computerized Laboratories System yang telah dilengkapi oleh perangkat lunak De'Lab Language Laboratory Application Ver 1.6. De'Lab Language Laboratory Application Ver 1.6 adalah software yang dibuat untuk mengoptimalkan kemampuan laboratorium komputer agar dapat pula berfungsi sebagai laboratorium bahasa. Tujuan dari dikembangkannya aplikasi ini adalah untuk menghemat biaya pembuatan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa. Dengan adanya aplikasi ini suatu sekolah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan tidak perlu lagi untuk membangun sebuah laboratorium komputer dan sebuah laboratorium bahasa. Cukup dengan membangun laboratorium komputer (computerized laboratories system) yang telah dilengkapi oleh software De'Lab Language Laboratory Application Ver 1.6, maka sekolah, perguruan tinggi atau lembaga pendidikan telah memiliki laboratorium komputer sekaligus juga laboratorium bahasa.

Tujuan

Implementasi lab bahasa digital dilakukan dengan sejumlah tujuan sebagai berikut :

1. Mempersenjatai setiap siswa untuk keberhasilan, yaitu dengan cara membuat siswa menjadi akrab dengan komputer dan perkembangan teknologinya (pengenalan sejak dini terhadap teknologi informasi).

2. Proses pembelajaran berbagai bahasa asing dengan lebih baik. Yaitu dengan memanfaatkan kemampuan komputer dalam mengolah gambar dan suara.

3. Efisiensi dalam penyediaan peralatan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa.

4. Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi sebagai salah satu alat untuk menyempurnakan model/metode pengajaran dan pembelajaran.

5. Diharapkan dengan desain pengembangan ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Ruang Lingkup Pekerjaan

Pada pengerjaan Implementasi Lab Bahasa Digital ini ini terdapat beberapa bagian pekerjaan, yaitu :

. Instalasi aplikasi De'Lab Language Laboratory Application Ver 1.6

. Pelatihan Pengguna

. Pemasangan jaringan komputer.

GAMBARAN SISTEM

Deskripsi Produk yang Dipakai

De'Lab Ver 1.6 adalah software yang berfungsi untuk mengoptimalkan kemampuan laboratorium komputer agar dapat pula berfungsi sebagai laboratorium bahasa. Tujuan dari dikembangkannya aplikasi ini yaitu untuk menghemat biaya pembangunan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa. Dengan adanya aplikasi ini sekolah, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dapat memiliki laboratorium komputer sekaligus juga laboratorium bahasa. Fitur-fitur yang terdapat pada software De'Lab Ver 1.6 ini sesuai dengan fitur-fitur peralatan lab bahasa pada umumnya, bahkan ada beberapa fitur yang tidak terdapat pada peralatan lab bahasa standar. Fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi ini diantaranya:

1. Materi pengajaran dapat berbentuk digital baik audio dan video (lab bahasa konvensional materi berbentuk audio analog/kaset, untuk video diperlukan peralatan tambahan). Pada lab bahasa konvensional sering terjadi gangguan mekanik pada pemutar kaset materi. Hal ini menyebabkan biaya kepemilikkan dari materi pengajaran menjadi besar. Pemakaian yang berulang-ulang dapat mengakibatkan sering terjadinya kerusakan pada pita kaset. Dalam format digital hal ini tidak akan terjadi.

2. Terdapat fungsi untuk Manajemen atau pengaturan materi pengajaran, guru tidak perlu bingung memilih kaset materi saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.

3. Terdapat fitur komunikasi langsung antara pengajar dengan seorang siswa atau seluruh siswa.

4. Kemudahan dalam updating materi pengajaran dan dalam pembuatan materi pengajaran sendiri.

5. Terdapat fitur dimana siswa dapat memilih sendiri materi yang akan dipelajari.

6. Penggunaan software yang mudah, diharapkan akan membantu meningkatkan proses belajar dan mengajar yang efektif.

7. Terdapat database siswa dan pengajar, yang nantinya dapat dikembangkan menjadi system informasi akademik untuk setiap siswa.

8. Terdapat modul examination/test dalam bentuk multiple choice atau benar salah, dimana hal tersebut tidak terdapat dalam lab bahasa konvensional.

9. Terdapat record nilai ujian siswa, sehingga guru dapat memantau perkembangan kemampuan siswa.

10. Serta masih banyak lagi fitur-fitur lainnya.

Skema Jaringan

Skema peralatan dan jaringan yang diperlukan untuk mengoperasikan De'Lab Ver 1.6 yaitu menggunakan topologi jaringan berbentuk star yang saat ini sangat umum digunakan. Perangkat Keras

Perangkat lunak De'Lab Ver 1.6 berjalan dalam sebuah jaringan komputer dengan spesifikasi perangkat keras sebagai berikut :

1. SERVER/komputer pengajar (1 unit), minimum spek :
- Processor Pentium III 800 Mhz
- RAM 128 MB
- 40 GB HDD
- Full duplex sound card
- Ethernet Card 10/100 Mbps
- Headset
- Perangkat lunak pendukung MS SQLServer 2000

2. Workstation/komputer siswa (maksimum 34 unit), minimum spek:
- Processor Pentium II 500 Mhz
- RAM 64 MB
- 40 GB HDD
- Full duplex sound card
- Ethernet Card 10/100 Mbps
- Headset

3. Peralatan Jaringan
- Switch 10/100 Mbps ( 24 port dan 16 port)
- Rj 45 konektor (1 dus)
- UTP cable (1 roll)
- Ethernet Adapter (sesuai jumlah PC, max 35)

4. Luas area masing-masing anak : 3,5 m2

5. Instalasi listrik

Tampilan Sistem

Sistem terdiri dari modul Server (diinstal di server) dan modul klien (diinstal di workstation). Tampilan sistem baik di server (guru) maupun di workstation (siswa) sebagai berikut :

Setting dan Layout Lab

Proses set up agar komputer pengajar dapat berinteraksi dengan komputer siswa, dengan mudah dilakukan dikomputer pengajar yaitu hanya dengan memasukkan alamat/protokol komputer siswa (IP Address). Selain itu setting penomoran komputer siswa dapat disesuaikan dengan layout penempatan komputer pada kondisi sebenarnya misalkan: memanjang, berbentuk setengah lingkaran, dan lain-lain seperti gambar dibawah ini. Kemampuan aplikasi ini dapat berkomunikasi sampai dengan komputer siswa.

Tampilan layout komputer siswa dikomputer pengajar dan layout komputer siswa dilaboratorium bahasa.

Manajemen Materi Belajar

Pengaturan materi pengajaran sangat mudah dilakukan dan sangat fleksibel. Materi dapat disusun berdasarkan jenis bahasa, kelompok pengguna, berdasarkan jenis materi tersebut (audio atau video), atau membuat kategori pengelompokkan sendiri.

Consol materi berbentuk trees ini akan mempermudahpengelompokkan materi

Display Materi

Pengajar dapat mengetahui materi (audio dan video) yang sedang aktif dikomputer siswa, karena pada aplikasi yang ada dipengajar telah dilengkapi dengan media player.

Panel Kendali

Pada Kontrol panel ini terdapat tombol-tombol (button) yang berfungsi untuk mengatur sesi materi. Control mode: yaitu sesi khusus yang artinya seluruh siswa dilaboratorium menjalankan materi yang sama dan telah ditentukan oleh pengajar, Free mode: yaitu sesi bebas yang artinya siswa dapat memilih sendiri materi yang akan diaktifkan. Selain itu terdapat juga tombol untuk menyampaikan informasi atau komunikasi satu arah dengan seluruh siswa (Broadcast button).

Komunikasi

Software ini telah dilengkapi dengan mekanisme interaksi antara guru dengan siswa. Guru dapat berbicara dengan seluruh siswa atau hanya dengan seorang siswa. Begitu juga sebaliknya, siswa dapat bertanya/berkomunikasi dengan guru.

Modul Ujian

Salah satu keistimewaan dari aplikasi ini yaitu telah adanya modul untuk ujian dalam bentuk multiple choice dan truefalse yang terhubung pada database guru dan siswa serta telah dilengkapi pula dengan system scoring dan pengaturan waktu ujian.

WAKTU DAN BIAYA

Waktu Implementasi

Implementasi lab bahasa digital ini akan memakan waktu tertentu sesuai dengan tahapan pengerjaannya. Di bawah ini diberikan tabel rencana kerja dalam satuan hari.

Total waktu implementasi 4 hari. Selanjutnya dapat mulai digunakan sesuai dengan kebutuhan dan materi ajar bahasa yang ada (audio atau video).

Biaya Implementasi

Biaya implementasi berikut pengadaan perangkat sistemnya diberikan di bawah ini.
Biaya di atas tidak termasuk :
- Biaya pengadaan perangkat lunak di luar De'Lab 1.6 seperti sistem operasi MS Windows, Database MS SQLServer atau aplikasi lainnya (pengolah audio/video).
- Biaya instalasi jaringan dan pengadaan perangkat keras yang diperlukan.
- Biaya transport dan akomodasi untuk implementasi di luar Jawa.
- PPN 10%.

KESIMPULAN

Pemanfaatan ICT untuk membantu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sudah seharusnya dilakukan di sekolah. Melalui pemanfaatan Teknologi Informasi tersebut, proses belajar mengajar dapat menjadi lebih menarik bagi siswa sehingga menumbuhkan minat belajar yang pada akhirnya meningkatkan kualitas belajar siswa. Mudah-mudahan desain pengembangan lab bahasa ini dapat memenuhi sebagian kebutuhan, keinginan dan harapan dalam implementasi sistem lab bahasa digital. Dengan demikian harapan akan adanya peningkatan kualitas pendidikan melalui penggunaan ICT akan dapat terwujud.

Beberapa kelebihan yang ditawarkan dengan pengembangan lab bahasa digital ini adalah :

1. Sistim managemen penilaian akan langsung tersimpan dalam server, sehingga pengajar tidak perlu melakukan pencatatan manual.

2. Baik materi ajar maupun bank soal dapat dikembangkan dengan mdah sesuai dengan perkembangan kurikulum, tanpa melakukan perubahan sistem jaringan.

3. Lab bahasa jenis ini dapat dipakai tidak hanya untuk keperluan mata pelajaran Bahasa Inggris saja, namun dapat digunakan sebagai lab Komputer mata pelajaran KKPI, lab Fisika dan bahkan mata pelajaran Normatif sekalipun.

4. Jika diaplikasikan untuk keperluan lab lain kita tinggal memasukkan materi ajar dan bank soal untuk keperluan tes On-Line.

5. Dengan menggunakan sistim ini maka efisiensi akan jauh lebih baik dibandingkan dengan menggunakan lab bahasa konvensional.

6. Dengan tes On-Line waktu persiapan, pelaksanaan, koreksi hasil dan sebagainya akan lebih cepat, bahkan paper less.

Daftar Pustaka :

Adi Purwantoro, CCNA, CCAI, Merancang Bangun dan Menganalisa Wide Area Network, DPSMK DIKNAS, 2005.

Adnan Purwanto, S.Kom at all, Instalasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas , DPSMK DIKNAS, 2005.

Budi Hartono, Ir., MSc, Soft-@! Inc., www.solusipintar.com, info@solusipintar.com, 2006.

Sardi Salim, Pemanfataan Bengkel di Sekolah Kejuruan

Sebagai Sarana Pembelajaran Praktik Siswa, Balitbang DIKDASMEN, 2004.

Saya Kurniawan Basuki, S.Pd.,MT. setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). .
sumber : http://re-searchengines.com/0408kurniawan.html

Thursday, October 8, 2009

The Current School Language Laboratory Situation

Identifying The Issues

During the course of the SSEP consultancy I visited many Schools in the Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Malang, and Lombok regions. I also worked directly with teachers in the field as part of a review and evaluation to help formulate the final design and recommendations for the new language laboratory model.

The following identifies the basic findings relating to the existing "general situation" in schools. Having discussed many of the major problems with teachers in the field, a number of ‘key issues’, which need to be addressed concurrently with the planning for language laboratory facilities upgrading programs are outlined.

Key Issues - From Schools, IKIPs, and PPPG Data


The new Panasonic AA language laboratories frequently being installed do not provide the basic audio active comparative (AAC) requirements and are therefore less effective than their Tandberg predecessors. On the left you can see a typical Panasonic Language Laboratory. It is Audio Active (AA) only - students can not independently review or work at their own pace (less flexible).

Class sizes are too large (48 students) and teachers can not effectively maximise one of the main advantages of language laboratories - providing individual assistance (inadequate time / student).The old Tandberg laboratories have fourty (40) positions. The new Panasonic Language Laboratories have either forty (40) or thirty (30) student positions. What happens to the other eight (8) or eighteen (18) students?

The current layout of the existing language laboratory model does not allow easy physical access to the students (especially in the new Panasonic laboratories). A photo of the Tandberg (1982/3) design which still serves as the current Language Laboratory model (student units are in pairs).

The new Panasonic laboratories maintain the same basic model however student access by the teacher is even more restricted because the student units are in groups of four.

The current design of the language laboratories includes partitions between the students. Both the old Tandberg laboratories and the new Panasonic Language Laboratories have solid partitions separating the student positions. These greatly limit student interaction, flexibility, and access to visual aids (including whiteboards).

The cables for the language labs are being installed above the floor and they are causing a significant safety hazard. Schools have to modify the installations at their own expense before the labs can be used safely. The cables are placed in conduits above the floor
VERY DANGEROUS!
High Public Liability Risk

How much freedom does this teacher have to move on his chair?
  • Air-conditioners are not being installed with the laboratories.
  • Curriculum related audio/ visual materials are not being provided and it is difficult and time consuming for teachers to modify existing materials. Teachers are frequently purchasing materials locally at their own expense.
  • The 1994 curriculum does not adequately define or test listening/ speaking competencies (a major learner motivation issue).
  • Teachers and principals do not clearly understand the procedures for addressing language laboratory maintenance and warranty issues. A central language teacher/ laboratory support service needs to be established to coordinate and process planning and development progress inquiries from teachers in the field. This support service also needs to provide basic technical support and information relating to spare parts availability.
  • Teachers in the field do not have ready access to information regarding:


    Preventative Maintenance (PM) systems are inadequate. Here we have a number of potential hazards to both personnel and equipment (single insulated wiring, exposed terminals, easily damaged by feet). Stabilizers and Variacs should be housed well away from the master console (to avoid audio hum).


    There are insufficient technically trained staff to assist teachers, often resulting in delays or equipment being totally unusable. Many simple repairs to cabling and headphones (some of the most frequent faults) can be performed with a few basic skills, eg. using a multimeter, terminating, soldering, and some basic mechanics.

    Addressing the Key Issues

    1. The new Panasonic language laboratories being installed do not meet the basic audio active comparative (AAC) requirements and are therefore less effective than their Tandberg predecessors (less flexible).

    Audio Active (AA)
    The new audio active (AA) Panasonic laboratories only offer the following options:

  • students - listen to tapes played from the master console
  • students - listen to the teacher speaking
  • teacher - monitor student responses (real time)
  • teacher - intercom with individuals or groups
  • A conventional cassette recorder is being supplied with the installations but nobody seems to understand what it is for. It only offers the facility for recording sound from the master console. It doesn't play back into the sound system so the only way it can be listened to is through its speaker - therefore it is unusable!

    Audio Active Comparative (AAC)
    A true AAC system offers the above features plus it allows the teachers to record a master track on the student recorders which can be listened to by the students. Using appropriate materials (for pronunciation practice) the students can record their responses on a separate track simultaneously (while listening) and later play the tape back and 'compare their pronunciation to the original' (hence - comparative). They can also work at their own pace and repeat exercises as often as required to attain mastery. The student cassette recorders can also be controlled remotely which allows greater teacher control.

    All existing and any planned new language laboratory installations should be upgraded to full audio active laboratories.

    2. Class sizes are too large (48 students) and teachers can not effectively maximise one of the main advantages of language laboratories - providing individual assistance.

    One of the main advantages of using a language laboratory, like most other laboratories, is that it offers the teachers and students the opportunity for individualised instruction and assistance.However, if we look at the time restriction placed upon the teacher (45 minutes) and divide this by the number of students (48), then take off the time required to introduce the lesson and answer general enquiries, we soon find that we have much 'less than one' (<1)>

    We need to reduce the class size considerably, twenty (20) is about the ideal maximum number. However, twenty five is managable.

    3. The current layout of the existing language laboratory model does not allow easy physical access to the students (especially in the new Panasonic laboratories)


    New Language Laboratory Floor Plan

    This language laboratory layout addresses all of the main criteria:

    * Reduced student units - 24 positions.
    * No dividers between the student units - improved student interaction.
    * Teachers have easy access to the students for personal interaction and also for monitoring student work (completing clozes, comprehension exercises, etc.).
    * Teachers have greater flexibility - they can use the centre section for group work, role plays, games, etc. (the chairs can be easily moved to the centre).


    Optional Floor Plan

    U-shaped laboratory with centre aisle for easier student access (because of the larger than usual number of students).

    4. The current design of the language laboratories, using partitions, greatly limits student interaction, flexibility, and access to visual aids (including whiteboards).


    Remove the Partitions


    Portable language laboratories without partitions like the one in the photograph have been used very successfully in many locations throughout indonesia (this one is in Kupang).

    This is a fixed installation in Jakarta which has been used very successfully.
    5. The cables for the language labs are being installed above the floor and they are causing a significant safety hazard. Schools have to modify the installations at their own expense before the labs can be used safely.

    The language laboratory cables should be placed in channels or ducts under the floor. However, they should be kept clean and tidy, and free from rodents (rats) and whiteants.


    (a) Whiteant proof materials must be used to cover the ducts. ie. metal or ceramic tiles. Use small clean channels which do not invite rats (not like the duct in the photo). Notice how the cables in the photograph have been "pinched" by the tile - make a proper entry (hole) for the cables.

    (b) Cables should not be exposed. They should enter and exit from beneath the furniture - not like this example.

    6. Air-conditioners are not being installed with the laboratories. Airconditioners are necessary in language laboratories to:

    Airconditioners should be included in the budget for all new language laboratory installations.

    7. Currently no curriculum related audio/ visual materials are being provided.

    The PPPG Bahasa in Jakarta is probably the best placed institution to assume a key role in addressing language materials production, language laboratory liaison and general technical support. They could act as a central language enquiry centre for all provincial SMUs. PPPG Bahasa could assume the role of "SMU Language Learning Resource Center" for all aspects of training, information, and technical support

    8. The 1994 curriculum does not adequately define or test listening/ speaking competencies (a major learner motivation issue).

    One of the main issues which was repeatedly raised by teachers during the curriculum discussions in Yogya (January, 1998) and also in the schools is the fact that the national examinations place little emphasis upon the testing of listening and speaking skills. This has a very negative affect upon student motivation to develop these skills. Language laboratories are an excellent facility for use in developing and testing listening and speaking skills. Currently there are insufficient language laboratories in SMUs. However, perhaps the sharing of language laboratory facilities amongst schools in each region during the examination periods may be a practical option.

    9. Teachers and principals do not clearly understand the procedures for addressing language laboratory maintenance and warranty issues. A central language teacher/ laboratory support service needs to be established to coordinate and process planning and development progress inquiries from teachers in the field. This support service also needs to provide basic technical support and information relating to spare parts availability.

    The PPPG Bahasa is currently responsible for SMU language teacher upgrading programs. It is reasonable that their role could be expanded (at a minimum cost) to provide information services to schools in the following areas:

    Mrs. Nurwati Adam (Language Coordinator, PPPG Bahasa), and Mr. Didik Hariadi (Technician) could both readily identify with many of the problems including the need to supply language laboratory information updates and materials to the schools. They are very supportive of any development involving the participation of PPPG - Bahasa.

    10. Preventative Maintenance (PM) systems are inadequate.
    I have completed the language laboratory section of the Perawatan Preventif (Peventative Maintenance) manual which outlines the basic procedures that should be conducted by a technician on a regular (routine) basis.


    All preventative maintenance materials should be carefully placed in the technician's work area so that they can be easily accessed.

    This is an example of a practical language laboratory technician's workbench.

    11. There are insufficient technically trained staff to assist teachers, often resulting in delays or equipment being totally unusable.


    Courses in basic electronics and language laboratory maintenance skills need to be extended to a larger number of participants.

    Phillip Rekdale
    Konsultan Pendidikan & Teknologi
    P.Rekdale@Language-Laboratory.Com

    (Ref: SSE Project 1999)]

    Sunday, October 4, 2009

    Laboratorium di Sekolah Itu Penting

    Laboratorium di Sekolah memang sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan pendidikan. Ada banyak tipe laboratorium bahasa yang ada di sekolah. Yaitu :

    1. Laboratorium Bahasa, adalah merupakan perangkat laboratorium untuk menunjang pelajaran bahasa. Meskipun demikian laboratorium bahasa bisa digunakan untuk mata pelajaran lain.

    2.Laboratorium IPA, laboratorium yang digunakan untuk menunjang pelajaran IPA, seperti Biologi, Fisika dan Kimia. Laboratorium bahasa ini penting agar siswa bisa melakukan eksperimen sebelum bekerja secara langsung di lapangan.

    3.Laboratorium Kesehatan, Laboratorium Kesehatan ini sering digunakan untuk sekolah kejuruan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.

    4.Laboratorium Komputer, lab ini adalah sebuah laboratorium yang berisi perangkat komputer, untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang komputer.

    5.Laboratorium IPS, merupakan lab yang dibuat dan berfungsi untuk menunjang pelajaran IPS, Geografi, Sejarah dll.

    Keberadaan sebuah laboratorium di sekolah merupakan hal penting bagi sebuah sekolah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan siswa. Dengan adanya laboratorium, diharapkan siswa bisa terlebih dulu mempelajari dan sekaligus melakukan praktek di sekolah.